Beranda
/
Produk Poster
/
Minuman Fungsional Daun Kenikir Dengan Teh Hijau dan Fungsinya Untuk Menurunkan Tekanan Darah
90 Kali Diakses
Riset
Minuman Fungsional Daun Kenikir Dengan Teh Hijau dan Fungsinya Untuk Menurunkan Tekanan Darah
Detail Poster
Pembuat
Pedro Nickholas Gosal, Verlyn Setiawan, Agnissa Linggih Cahyani, Ananda Nabila Putri, Wahyudi David, Laras Cempaka, Ardiansyah
Tanggal
Oktober 2025
Bahasa
Indonesia
Lisensi
Minuman Fungsional Daun Kenikir Dengan Teh Hijau dan Fungsinya Untuk Menurunkan Tekanan Darah © 2025 by Pedro Nickholas Gosal, Verlyn Setiawan, Agnissa Linggih Cahyani, Ananda Nabila Putri, Wahyudi David, Laras Cempaka, dan Ardiansyah is licensed under CC BY-NC
Kata Kunci
Penelitian ini mengkaji potensi kombinasi daun kenikir (Cosmos caudatus Kunth) dan teh hijau (Camellia sinensis) sebagai minuman fungsional penurun tekanan darah. Daun kenikir dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin, sementara teh hijau kaya akan polifenol (katekin) dan theanine yang memiliki aktivitas fisiologis tinggi. Proses ekstraksi bahan dilakukan menggunakan metode ultrasonik, yang mempercepat pelepasan komponen aktif melalui mekanisme kavitasi gelombang suara.
Uji aktivitas antihipertensi dilakukan secara in vivo menggunakan tikus jantan SHRSP/Izumo, model hewan hipertensi manusia. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (sBP) sebesar -20,61% setelah 2 jam dan -15,04% setelah 4 jam pemberian ekstrak daun kenikir (40 mg/kg BB).
Dari hasil analisis sensori dan correspondence analysis, produk ideal memiliki atribut minty aroma, yellow colour, dan fresh flavour. Formula terbaik diperoleh dari perbandingan teh hijau : daun kenikir sebesar 4:2 (8 g teh hijau, 4 g daun kenikir, 2% stevia, 800 mL air).
Secara keseluruhan, kombinasi daun kenikir dan teh hijau dengan metode ekstraksi ultrasonik menghasilkan minuman fungsional yang berpotensi menurunkan tekanan darah sekaligus memiliki karakteristik sensori yang disukai konsumen.
Uji aktivitas antihipertensi dilakukan secara in vivo menggunakan tikus jantan SHRSP/Izumo, model hewan hipertensi manusia. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik (sBP) sebesar -20,61% setelah 2 jam dan -15,04% setelah 4 jam pemberian ekstrak daun kenikir (40 mg/kg BB).
Dari hasil analisis sensori dan correspondence analysis, produk ideal memiliki atribut minty aroma, yellow colour, dan fresh flavour. Formula terbaik diperoleh dari perbandingan teh hijau : daun kenikir sebesar 4:2 (8 g teh hijau, 4 g daun kenikir, 2% stevia, 800 mL air).
Secara keseluruhan, kombinasi daun kenikir dan teh hijau dengan metode ekstraksi ultrasonik menghasilkan minuman fungsional yang berpotensi menurunkan tekanan darah sekaligus memiliki karakteristik sensori yang disukai konsumen.